Archive for October, 2007

Beasiswa Malay n Arab

Wednesday, October 31st, 2007
1. Beasiswa S2/S3 di Petronas Malaysia

Assalaamu’alaikum   Dear All, FYI from Universtiti Teknologi PETRONAS, appilcation form bisa didownload di website
www.utp.edu.my
   —-     

Kindly be informed that UTP will conduct briefing & interview session as follows;

 

  1. 5 Nov 2007 - Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  2. 7 Nov 2007 – Universitas Indonesia
  3. 9 Nov 2007 - Institut Teknologi Bandung
  4. 12 Nov 2007 – Universiti Gaja Mada

 

The details as
per attached. Appreciate if you can forward the info to your friends in
Indonesia so that they could attend the session. Pls bring along the
following documents;

 

  1. Completed Application Form attached with
  2. 1 copy - Certified true copy of academic transcript / degree scroll.
  3. 1 copy - Certified true copy of passport.
  4. 4 copy of photo (passport size).
  5. Summary of Research Proposal – research candidate only

 

Appreciate you could stress the following criteria even though it is in our Postgraduate Info ;

 

  1. CGPA Minimum 3.00.
  2. Research Proposal – the feedback / judgment is based on how clear is the proposal.

Pls do not hesitate to contact me if you need further clarification.

 

Thank you.

Best Regards,

Tajul Ariffin Shamsuddin
Registry Office
Universiti Teknologi PETRONAS
31750 Tronoh
Perak
Tel : +605-3688403, Mobile : +6012-5218403, Fax : +605-3654082

Email : tajul_ariffin@petronas.com.my

 

2. Beasiswa KAUST (Arab Saudi)

Tawaran KAUST DISCOVERY SCHOLARSHIP King Abdullah University of Science and Technology (KAUST)
Aug 16, 2007 at 10:12 AM
KAUST DISCOVERY SCHOLARSHIP. King Abdullah University of Science
and Technology (KAUST) adalah sebuah universitas berskala internasional
yang berbasis riset di bidang science dan teknologi yang berlokasi di
Arab Saudi. KAUST menawarkan program beasiswa yang disebut KAUST
Discovery Scholarship diperuntukkan bagi mahasiswa S1 dari bidang studi
Science dan Teknologi di perguruan tinggi manapun di Indonesia.
Persyaratannya sebagai berikut:
- Terdaftar aktif pada tahun ajaran 2007/2008 sebagai mahasiswa S1
tahun ketiga keatas dari jurusan teknik dan science di perguruan tinggi
manapun di Indonesia
- Memiliki prestasi akademik dan/atau pengalaman riset yang memuaskan
- Memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik, dengan syarat:
memiliki skor minimal 550 (TOEFL-PBT) atau 213 (TOEFL Computer-Based)
atau 79-80 (TOEFL Internet-Based) atau 6.0 (IELTS)
- Pada Agustus 2009 sudah bisa memulai pendidikan S2 di King
Abdullah University of Science and Technology, Arab Saudi Beasiswa yang
diberikan mencakup: Selama periode kuliah S1
- Seluruh biaya kuliah (SPP dan biaya lain) sampai lulus kuliah S1
- Tunjangan hidup
- Tunjangan buku
- Tunjangan laptop/komputer
- Kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan akademik
(global workshop, regional workshop, seminar, dll) yang diadakan oleh
KAUST, baik di kampus KAUST di Arab Saudi maupun di negara lain
(seluruh biaya ditanggung) Setelah lulus kuliah S1
- Diterima untuk melanjutkan Program S2 di King Abdullah University of Science and Technology, Arab Saudi; dan berhak atas
- Beasiswa penuh yang meliputi tuition, akomodasi dan tunjangan transportasi hingga lulus
Cara Mendaftar: Pendaftaran hanya bisa dilakukan secara online di website: www.kaust.edu.sa paling lambat tanggal 9 NOVEMBER 2007.
Informasi lebih lanjut: kunjungi www.kaust.edu.sa atau contact The Indonesian International Education Foundation (IIEF) di Phone: (62-21) 831 7330 Fax: (62-21) 831 7331, email:
iief@indo.net.id
This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it
Informasi ini didapat dari: www.prof-soekartawi.net.
 
 
3. Beasiswa di KING SAUD UNIVERSITY (KSU) Riyadh Arab Saudi
 
Saat ini KSU memiliki target mengundang 300 mahasiswa S2/S3
Internasional, tapi hingga hari ini yang paling banyak hadir baru
Indonesia sekitar 32 orang yang lain hanya 1 atau 2 mahasiswa..jadi
masih kurang banyak. Makanya KSU nih lagi butuh2nya mahasiswa.
Syaratnya gampang kok
Buka aja di www.KSU.edu.sa
 
Khusus buat temen Informatika buka di http://www.ksu.edu.sa/sites/Colleges/ComputerSciences/default.aspx
 
ayo…beasiswanya gede (kalo buat sendiri): Kuliah gratis,
2000/3000 reyal/bulan, 6000/9000reyal utk rumah, asrama, peluang proyek
banyak

situasi Di Riyadh

Monday, October 29th, 2007

Di Saudi Arabia
Rumah biasanya dikitari oleh batubata diplester, tinggi, dan hanya menyisakan 1 atau 2 buah pintu. Sangat jarang mereka yang memiliki garasi mobil. Kebanyakan mobil diparkir di luar. Para wanita bisa dikatakan tidak ada di instansi pemerintah kecuali di rumah sakit. Di jalanan tidak dijumpai wanita yang berjalan sendiri maupun berdua kecuali di sejumlah tempat perbelanjaan. Kebanyakan mereka mengenakan abaya (jubah dan kerudung hitam) dan bercadar. Taman atau tempat bermain keluarga jarang didapati. Kegiatan belanja dan piknik keluarga cenderung dilakukan pada malam hari.

bercanda ikuti adabnya ….

Friday, October 19th, 2007

Bercanda merupakan salah satu hal yang digemari masyakat Indonesia,
baik itu anak-anak maupun orang tua;laki-laki maupun wanita; penarik
becak maupun pedagang; pelajar maupun pegawai. Pokoknya segala lapisan
gemar canda.

Saking tersebarnya kegemaran dan hobbi canda ini di masyarakat
Indonesia Raya, sampai dijadikan propesi oleh sebagian orang. Nah,
muncullah disana badut- badut, grup-grup lawak dan banyolan, ludruk,
kelompok musik humoris, pantomin, film-film humoris, promosi dan media
massa yang dihiasi dengan humor.Bukan Cuma lewat media audio-visual,
bahkan juga lewat karya tulis, dan buku-buku. Lebih ironisnya lagi
kegemaran bercanda ini digunakan oleh sebagian kiai dan ustadz untuk
menarik massa, pemanis retorika dalam berceramah dan berkhutbah
sehingga menjadi ciri khas bagi dirinya. Tak heran jika disana ada sebagian pelawak dan artis jadi ustadz.

Para Pembaca yang budiman, disana terdapat beberapa canda yang
diharamkan, karena melampaui batas syari’at, seperti berikut ini:

  • Menyinggung Allah, Rasul-Nya, dan Syari’at-Nya.

Diantara musibah terbesar yang banyak melanda umat manusia, dari
dulu sampai sekarang. Yaitu menghina dan menyinggung Allah, para
Rasul-Nya, dan syari’at yang dibawa oleh mereka karena tidak sesuai
dengan hawa nafsunya.

Allah berfirman,

فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا
نَرَاكَ إِلَّا بَشَرًا مِثْلَنَا وَمَا نَرَاكَ اتَّبَعَكَ إِلَّا
الَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِ وَمَا نَرَى لَكُمْ
عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَاذِبِينَ

"Maka berkatalah pemimpin-pemimpin dari kaumnya:"Kami tidak
melihat kamu , melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti
kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan
orang yang hina-dina diantara kami yang lekas percaya saja, dan kami
tidak melihat kamu memiliki suatu kelebihan apapun atas kami. Bahkan
kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta".
(QS. Huud : 27)

Ejekan seperti ini, sama dengan ejekan dan ocehan sebagian orang
yang biasa mengejek orang-orang yang belajar agama seraya berkata, "Tak
ada gunanya kamu belajar agama. Coba lihat orang yang belajar, tak ada
di antara mereka yang kaya,semuanya kere dan miskin. Modelnya juga
kayak orang kampungan dan bodoh-bodoh".

Parahnya lagi, ketika mereka diajak melaksanakan sunnah Rasul r
seperti memanjangkan jenggot sesuai perintah Nabi r , mereka ngomel, "Wah, ngapain panjangkan jenggot, mirip orang tua aja. Lagian jorok dan ketinggalan zaman". Si miskin ini tak tahu, jika ia mencela masalah jenggot termasuk celaan terhadap Syari’at Islam sehingga membuat dirinya terancam kafir !!

Syaikh Abdul Aziz bin Baz-rahimahullah- berkata, "Barang
siapa yang mengolok-olok suatu (ajaran) dari agama Rasul, atau
pahalanya, atau siksaannya, maka sungguh ia telah kafir berdasarkan
firman-Nya:

قُلْ أَبِاللَّهِ وَآَيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

"Katakanlah :"Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok". (QS.At-Taubah : 65-66) " . [Lihat Majmu’ Fatawa wa Maqolat Mutanawwi’ah (1/131)]

Saudari-saudari kita yang yang berjilbab dan bercadar sering
mendapatkan olokan dari masyakat disebabkan mereka memakai jilbab yang
menutupi seluruh tubuhnya, longgar, tebal dan berwarna hitam.
Dimana-mana mereka mendapat olokan dari masyarakat. Digelarilah: Ninja, setan, kemah berjalan, Vampire, tukang copet dan kata-kata yang jorok lainnya.

Menanggapi masalah ini, Lajnah Da’imah berfatwa, "Barangsiapa
yang mengolok-olok seorang wanita muslimah atau laki-laki muslim
lantaran ia berpegang teguh dengan syari’at Islam, maka ia kafir. Sama
saja apakah (olokan) itu karena berhijabnya seorang wanita muslimah
dengan hijab syar’i atau karena masalah (syari’at) lainnya".
Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Ifta’ (2/14 -15)

Wahai pembaca yang budiman, anda telah melihat bahayanya
menyinggung syari’at Allah ketika bercanda dan humor. Janganlah kalian
mengolok mereka lantaran mereka memanjangkan jenggot atau memendekkan
celananya di atas mata kaki. Sebaiknya kalian diam dan mendoakan mereka
agar tetap teguh di atas sunnah.

Diantara perkara yang masuk dalam masalah ini adalah menjadikan ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Rasululllah r sebagai bahan anekdot. Hindarilah karena ini berbahaya.

  • Merendahkan Orang Lain

Bercanda merupakan suatu hal yang memang mengasyikkan. Namun hal ini kadang mengantarkan pelakunya merendahkan orang lain.

Kalian akan melihat ada sebagian orang yang meniru gaya jalan kawannya, dan cara ngomongnya
dengan alasan humor. Sekelompok lagi, ada sebagian yang memberikan
gelar-gelar kepada kawan dan saudaranya. Andaikan gelar itu diberikan
kepadanya, niscaya hatinya akan jengkel. Bahkan ada diantara manusia
yang tak berperasaan, saat bercanda ia memukul temannya. Semua ini mereka lakukan dengan alasan humor.

Semua ini merupakan perendahan terhadap martabat orang lain,
apalagi ia muslim. Penyakit ini muncul disebabkan karena penyakit
sombong dan hilangnya rasa malu di hati pelakunya. Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- pernah bersabda,

الْكِبْرُ: بَطْرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

"Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan memandang remeh orang lain". [HR.Muslim dalam Shohih-nya (91)]

Seseorang yang memiliki iman dan rasa malu di hadapan Allah,
niscaya tak mungkin akan mengantarkan pemiliknya kepada sikap sombong
dan merendahkan orang lain. Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

الْحَيَاءُ وَالْإِيْمَانُ قُرِنَا جَمِيْعًا فَإِذَا رَفَعَ أَحَدُهُمَا رَفَعَ الْآخَرُ

"Malu dan iman dikumpulkan bersama-sama. Jika yang satu hilang, maka yang lain pun akan hilang". [HR.Al-Hakim (58) dan Al-Baihaqy dalam Asy-Syu’ab (7727), dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (4/297). Lihat Jilbab Al-Mar’ah (hal.136)].

Ibnu Hajar Al-Haitamy-rahimahullah-
memandang bahwa diantara dosa besar adalah mengejek para hamba Allah
Ta’ala, tidak menghargai menghargai mereka, dan merendahkan mereka.
Beliau berkata setelah itu, "Semua yang disebutkan tadi, prinsip dan dasarnya adalah keburukan akhlak dan rusaknya hati". [Lihat Az-Zawajir (1/141-142)]

Seorang yang memperbanyak canda dan tawa, hatinya akan rusak dan
mati dengan perlahan-lahan disebabkan ia tak terasa telah melakukan
dosa dan kekufuran yang menodai hati. Nabi r bersabda:

لَا تُكْثِرُوْا الضَّحْكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحْكِ تُمِيْتُ الْقَلْبِ

"Janganlah kalian memperbanyak tertawa karena memperbanyak tertawa bisa mematikan hati". [HR. At-Tirmidzy (2305), Ibnu Majah (4193). Lihat Shohih Al-Adab Al-Mufrod (253)]

  • Berbicara Tentang Wanita

Berbicara tentang wanita merupakan salah satu bahan humoran bagi
sebagian orang yang tipis imannya, dan rendah rasa malunya. Sampai
kadang diantara mereka menjadikannya sebagai sebuah propesi dan adat
kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Ironisnya lagi, jika kebiasaan
ini menjangkit di kalangan agamawan. Karena pembicaraan tentang wanita
dominannya mengarah kepada perkara tabu.

Seorang tabi’in, Al-Ahnaf bin Qois -rahimahullah- berkata, "Jauhkanlah
majelis kita dari obrolan seputar wanita dan makanan karena aku benci
seseorang yang suka membicarakan (masalah) farji dan perutnya".
[Lihat Siyar A’lam An-Nubala’ (4/94)]

Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

إِنَّ مِنْ أَشَرُّ النَّاسِ عِنْدَ اللهِ منزلة يَوْمَ
الْقِيَامَةِ الرَّجُلُ يُفْضِيْ إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِيْ إِلَيْهِ
ثُمَّ يُنْشِرُ سَرَّهَا

"Diantara manusia yang paling buruk di sisi Allah pada hari
kiamat adalah seorang laki-laki yang mendatangi istrinya, dan
istrinyapun datang kepadanya, lalu ia menyebarkan rahasianya".
[HR.Muslim dalam Shohih-nya (1437), dan Abu Dawud dalam Sunan-nya (4870)]

Imam An-Nawawiy–rahimahullah- berkata, "Dalam
hadits ini terdapat (faedah) diharamkannya seseorang menyebarkan
sesuatu yang terjadi antara dia dengan istrinya berupa perkara jimak,
serta menggambarkan hal itu secara rinci dan sesuatu yang terjadi pada
wanita di dalamnya berupa ucapan, perbuatan, dan sejenisnya".
[Lihat Syarah Shohih Muslim (10/8)]

Seyogyanya seorang muslim -apalagi pelajar ilmu syar’i- selalu
berusaha membersihkan lidahnya ketika ia berbicara di depan orang.
Karena seorang yang mengotori mulutnya dengan kisah-kisah dan cerita
tentang wanita yang bisa membangkitkan gejolak syahwat, akan merusak
citra dirinya sendiri dan memberikan dampak buruk kepada teman duduknya
.

Abdullah bin Umar -radhiyallahu anhuma- berkata,

أَحَقُّ مَا طُهِّرَ الْعَبْدُ لِسَانَهُ

"Sesuatu yang paling pantas disucikan oleh seorang hamba adalah lisannya" . [HR.Ahmad dalam Az-Zuhd (26), Abu Dawud dalam Az-Zuhd (322),Ibnu Abi Ashim dalam Az-Zuhd (26),dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (1/307) dengan sanad yang shohih]

Para ulama kita melarang seseorang untuk berbicara tentang wanita,
karena itu merupakan jalan tergelincirnya seseorang dan bisa
mengantarkan untuk membicarakan perkara yang haram, berupa hal-hal yang
berkaitan dengannya; entah itu dengan menggambarkan keelokan tubuh dan
perangai seorang wanita, ataukah menyebarkan rahasia yang terjadi
antara seorang suami dengan istrinya. Sedang ini merupakan
seburuk-buruknya perbuatan yang diberikan ancaman keras bagi pelakunya
sebagaimana dalam hadits di atas.

  • Dusta Demi Canda

Ciri seorang mukmin adalah jujur dalam berbicara sebagaimana
pribadi Nabi kita. Abu Hurairah berkata, "Ya Rasulullah, engkau
bercanda dengan kami?" Beliau bersabda,

إِنِّيْ لّا أَقُوْلُ إِلَّا حَقًا

"Sesungguhnya aku tak akan mengucapkan sesuatu kecuali itu benar" . At-Tirmidzy dalam As-Sunan (1990). Hadits ini di-shohih-kan Al-Albany dalam Ash-Shohihah (1726)]

Satu bentuk kebiasaan buruk jika seseorang berusaha untuk membuat
orang lain senang dan tertawa, namun ia mengucapkan sesuatu yang dusta
sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian pelawak, dan pemain sandiwara
atau orang yang cari-cari muka.

Jauhilah dusta dalam bercanda sebab ini akan meluputkan kalian dari
suatu fadhilah dan balasan yang agung di sisi Allah pada hari kemudian.
Nabi bersabda:

أَنَا زَعِيْمٌ بِبَيْتٍ فِيْ ربض الْجَنَّةِ لَمَنْ تَرَكَ
الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًا وَبِبَيْتٍ فِيْ وَسَطِ الْجَنَّةِ
لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِيْ أَعْلَى
الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ

"Aku akan memberikan jaminan sebuah rumah di pinggir surga bagi
orang yang meninggalkan perdebatan sekalipun ia benar, dan rumah di
tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta sekalipun ia bercanda,
serta rumah di bagian atas surga bagi orang yang akhlaknya bagus".
[HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (4800). Lihat Ash-Shohihah (494)]

Inilah sebagian canda dan humor yang dilarang dalam Islam sengaja
kami sampaikan di hadapan saudara-saudara sekalian agar kita bisa
mengenal dan menjauhinya. Sebab berapa banyak orang masuk dalam neraka
Cuma karena salah dalam mengucapkan sesuatu.

Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 25
Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus
Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu,
Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan
Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc.
Dewan Redaksi : Santri Ma’had Tanwirus Sunnah – Gowa. Editor/Pengasuh :
Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Muhammad
Mulyadi. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary
(085255974201). (infaq Rp. 200,-/exp)

Nasehat Buat CaMat = (calon mati).

Friday, October 19th, 2007

Setiap yang bernyawa adalah "camat" (calon mati). Kematian merupakan sebuah kemestian yang harus siap dihadapi oleh setiap orang, karena kita ini adalah "camat" . Allah -Ta’ala- berfirman di dalam Al-Qur’an Al-Karim,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan kematian (QS. Al Imran:185)

Ya, setiap yang berjiwa itu akan mati. Apakah kematian itu? apakah engkau pernah berpikir tentang "perusak segala kenikmatan"
dan segala misterinya? Apakah engkau merasa diperingatkan dan
dinasehati olehnya, ketika ia mengambil dan mencabut
kenikamatan-kenikmatan itu; ia melangkahimu untuk mendatangi orang lain
dan esok ia akan mendatangimu?

Jadi, semua orang akan mati; engkau telah melihat dan mendengarnya.
Orang yang bahagia adalah orang yang selalu mengambil peringatan dari
orang lain atau mungkin engkau lupa akan ungkapan populer: “Cukuplah kematian sebagai pemberi nasehat”.

Hendaklah engkau mempersiapkan dengan seluruh desah nafasmu,
sehingga engkau menjadi orang yang apabila berada di pagi hari, dia
tidak menunggu waktu sore; apabila berada di sore hari, dia tidak
menunggu waktu pagi. Namun ia akan beramal sholeh untuk mengisi setiap
jam yang sedang dijalaninya, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Umar
ketika mendengar Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

كُنْ فِيْ الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ آبِرُ سَبِيْلٍ

"Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang pengembara".

Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata,
"Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu waktu
pagi. Apabila kamu berada di pagi hari, maka janganlah menunggu waktu
sore. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu, dan masa
hidupmu sebelum matimu”.
[HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya(6053), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2333), Ibnu Hibban dalam Shohih-nya (698)]

Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambaliy-rahimahullah- berkata, Sesungguhya
seorang mukmin tidak sepantasnya untuk menjadikan dunia sebagai tempat
tinggalnya dan merasa tenang di dalamnya akan tetapi sepatutnya dia di
dalam dunia ini bagaikan orang yang sedang melakukan perjalanan.
Sungguh wasiat para nabi dan pengikutnya telah sepakat atas hal ini.
[Lihat Jami’ul Ulum wal Hikam (hal. 379) ]

Wahai calon penghini kubur, apa yang menyebabkan terpedaya oleh
dunia? Tidak engkau mengetahui bahwa kamu akan meninggalkan duniamu dan
duniamu akan meninggalkanmu? Mana rumahmu yang megah, pakaianmu yang
indah, aroma wewangianmu, para pembantumu, dan keluagamu? Mana wajahmu
yang tampan, kulitmu yang halus? Bagaimana keadaanmu setelah tiga hari
di kubur? Saat itu tubuhmu telah ditumbuhi ulat dan cacing,
mengoyak kafanmu, menghapuskan warnamu, memakan dagingmu, masuk ke
dalam tulangmu, mencerai-beraikan anggota tubuhmu, merobek
sendi-sendimu, melelehkan biji matamu dan pipimu.

أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذَمُّ اللَّذَّاتِ يَعْنِيْ الْمَوْتُ

“Perbanyaklah kalian mengingat penghancur kenikmatan, yaitu kematian”.[HR. At-Tirmidziy (2307), An-Nasa’iy (1824), dan Ibnu Majah (4258). Di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (1607)]

Cukuplah kematian membuat hati besedih, menjadikan mata menangis,
perpisahan dengan orang-orang tercinta, penghilang segala kenikmatan
dunia, pemutus segala angan-angan. Wahai orang-orang yang berpaling
dari Allah, wahai orang yang tengah lengah dari ketaatan kepada
Rabbnya, wahai orang yang setiap kali ia dinasehati, hawa nafsunya
menolah nasihat ini, wahai orang yang dilalaikan oleh nafsunya dan
tertipu oleh angan-angan panjangnya, tahukah kamu apa yang akan terjadi
pada dirimu di saat kematianmu? Mungkin engkau bergumam dalam hati, “Saya akan mengucapkan la ilaha illallah”.
Belum tentu wahai saudaraku!! Jika engkau masih tetap lalai dan
berpaling dari Allah hingga tiba saat kematianmu, tentu engkau tidak
akan mengucapkannya, bahkan kamu akan berharap untuk dihidupkan
kembali.

Saudaraku, kemanakah engkau akan lari?? Apakah engkau akan mendaki
gunung yang tinggi, atau menyelami lautan yang dalam, ataukah
bersembunyi di benteng yang kokoh supaya dapat lolos dari intaian
Malaikat Maut? Wahai saudaraku…. Engkau tidak akan dapat melarikan diri
dari al-maut, sebab Rabb kita -Tabaraka wa ta’ala- berfirman,

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh" (QS. An-Nisa : 78)

Jika begitu, persiapkanlah dirimu dalam
menghadapinya. Perbanyaklah bekalmu, karena perjalanan kita masihlah
panjang. Janganlah engakau terlena dengan angan-angan yang kosong lagi
menipu. Mengharap umurmu masih panjang, ternyata
kematian sudah berada di ambang pintu. Janganlah engakau merasa cukup
dengan kebaikan yang ada pada dirimu dan merasa ujub dengannya, sebab
para salaf (pendahulu) kita dari kalangan para sahabat dan
orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik adalah orang-orang yang
paling banyak melakukan ibadah, ketaatan dan amal shalih. Namun ternyata mereka tidak begitu saja mengandalkan amal perbuatan mereka,
bahkan mereka senantiasa merasa khawatir jangan sampai apa yang mereka
lakukan itu masih belum diterima oleh Allah, sehingga terus merasa
kurang dalam beramal dan tak henti-hentinya memohon ampunan kepada
Allah.

Ibnu Syaudzab berkata, " Tatkala Abu Hurairah
berada di ambang kematian, tiba-tiba beliau menangis. Orang-orang
bertanya, "apa yang membuatmu menangis? Beliau menjawab : "jauhnya
perjalanan, sedikitnya perbekalan dan banyaknya rintangan yang
menghalang. Sementara saya tidak tahu akan dimasukkan ke neraka ataukah
ke surga".
[Lihat Shifatush Shofwah (1/694) oleh Ibnul Jauziy]

Qabishah bin Qais Al Anbariy berkata, "Adh-Dhahhak
bin Muzahim apabila datang sore hari beliau menangis. Ada orang yang
bertanya, apa gerangan yang membuatmu menangis? Beliau menjawab,

لَا أَدْرِيْ مَا صَعُدَ الْيَوْمَ مِنْ عَمَلِيْ

"Aku tidak tahu, amalanku yang mana yang naik ke langit (diterima Allah) pada hari ini". [Lihat Shifatush Shofwah (17/150)]

Subhanallah !!! Sungguh pemandangan yang sangat
menakjubkan. Lihatlah diri kita dan bandingkan dengan mereka. Apa yang
telah kita kerjakan untuk mengisi hari ini? Berapa banyak hari yang
berlalu, berapa umur yang telah kita lewati? Namun sedikit di antara kita yang menghitung diri.
Bahkan kebanyakan dari kita membiarkan hari-harinya lewat, sedang dia
tenggelam di dalam lautan kelalaian dan gelombang panjang angan-angan.

Bertaubatlah sebelum datangnya hari yang telah dijanjikan dan kita berkata,

رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ نُجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ

"Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke
dunia), walaupun sebentar saja. Niscaya kami akan mematuhi seruan
Engkau dan akan mengikuti Rasul-Rasul….".
(QS. Ibrahim : 44)

Maka kita akan mendapatkan jawaban,

أَلَمْ تَكُنْ آَيَاتِي تُتْلَى عَلَيْكُمْ فَكُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ

"Bukankah ayat-ayatku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?" (QS. Al Mukminun :105)

Sungguh jika al-maut telah datang, maka ia tidak akan
menangguhkan kita untuk bertaubat. Dia tidak dapat diundur, walaupun
hanya sehari, sejam, bahkan sedetik pun.

Allah -Ta’ala- telah berfirman,

فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

"Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka,
tidaklah mereka dapar mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula
memajukannya".
(QS. An-Nahl :61)

Umar bin DzarAl-Kufiy berkata, "Wahai
pelaku kezhaliman! Sesungguhnya kamu sedang berada dalam masa
penangguhan yang kamu minta itu maka mamfaatkanlah sebelum akhir masa
itu tiba dan beresegeralah sebelum ia berlalu. Batas akhir penangguhan
adalah ketika kamu menemui ajal, saat sang maut datang ketika itu tidak
berguna lagi penyesalan".
(HR. Abu Nu’aim Al-Ashbahaniy dalam Al Hilyah (5/115-116).

Suatu hal yang patut kita renungi adalah bekal kita untuk
menghadapi kematian ini. Seorang yang cerdik akan mempersiapkan
berbagai amalan yang dapat menyelamatkan dirinya dari huru-hara
kematian, dan padang mahsyar.

Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

وَأَكْيَسُهُمْ أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لَهُ إِسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ

"Mukmin yang paling cerdik adalah yang paling banyak mengingat
mati, dan paling baik persiapannya untuk mati. Itulah orang cerdik".
[HR. Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4259). Di-hasan-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (1384)]

Pernahkah kita mengitung diri atas apa yang telah kita ucapkan dan
kita perbuat? mari segera kita jawab sebulum datang waktunya bagi kita
untuk mengucapkan,

قالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

“Ya Rabbku kembalikanlah aku ke dunia, agar aku berbuat amal yang shalih terhadap apa yang aku tinggalkan”

Kemudian kita dapat jawaban,

كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“Sekali-sekali tidak sesungguhnya itu adalah perkataan yang
diucapkan saja dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka
dibangkitkan”
(QS. Al Mu’minun:99-100)

Saudaraku, janganlah engkau merasa aman ketika menuju
pembaringanmu. Boleh jadi dia adalah tidur terakhirmu di dunia; engkau
tidak bangun lagi setelahnya, dan ketika bangun tahu-tahu engkau telah
berada di dalam kubur. Selayaknya kita bersiap-siap selagi masih berada
di dunia ini. Siapkanlah bekal aqidah, iman, ibadah, dan akhlaq yang baik,
didasari ilmu wahyu dari Al-Qur’an, dan sunnah. Itulah yang akan
mempermudah jawan kita di alam kubur, dan padang mahsyar. Semoga Allah
-Ta’ala- menolong kita untuk selalu berzikir mengingat-Nya, bersyukur
kepada-Nya, dan memperbaiki ibadah hanya kepada-Nya.

Wahai saudaraku, perhatikanlah matahari yang terbit dan tenggelam.
Sudahkah engakau renungkan hari yang kau lalaikan? Tanyakanlah, apa
yang sudah engkau persembahkan untuk menyambut hari yang tidak
bermamfaat harta dan anak-anak? Amat banyak manusia yang tidak memiliki
perhatian terhadap berlalunya waktu, padahal nafasmu wahai anak Adam
sesuatu yang dihitung dan tertulis.

Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى
يُسْئَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيْمَ فَعَلَ
وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَ أَنْفَقَهُ وَعَنْ
جِسْمِهِ فِيْمَ أَبْلَأَ

"Tak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat
sampai ia ditanyai tentang umurnya dimana ia habiskan; tentang ilmunya
dalam perkara apa ia gunakan; hartanya dari mana ia perolehm dan kemana
ia infaqkan; dan tentang jasadnya dimana ia gunakan".
[HR. At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2417),Ad-Darimiy dalam Sunan-nya (537), dan Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir (111). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih At-Targhib (126)]

فَلَوْ أَنَّا إِذَا مِتْنَا تُرِكْنَا لَكَانَ الْمَوْتُ رَاحَةَ كُلِّ حَيٍّ

وَلَكِنَّا إِذَا مِتْنَا بُعِثْنَا وَنُسْأَلُ بَعْدَهُ عَنْ كُلِّ شَئٍ

Jikalau seandainya kita mati kita dibiarkan begitu saja
sungguh kematian adalah perkara yang menyenangkan,
akan tetapi apabila kita mati, kita akan dibangkitkan
dan akan ditanya tentang segala sesuatu

wahai jiwa yang lalai mengingat kematian…….
sebentar lagi engkau akan dikubur bersama mayat-mayat
maka ingatlah tempatmu sebelum engkau menempatinya
dan bertaubatlah kepada Allah dari sendagurau dan kesengan
sesungguhnya kematian itu ada waktunya
maka ingatlah musibah-musibah yang menimpa hari-harimu
janganlah engkau tenang dengan dunia serta hiasannya
karena semua itu tidak akan dibawa mati

Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 28
Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus
Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu,
Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan
Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc.
Dewan Redaksi : Santri Ma’had Tanwirus Sunnah – Gowa. Editor/Pengasuh :
Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Muhammad
Mulyadi. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary
(085255974201). (infaq Rp. 200,-/exp)

ada yang pengen kerja di King Saud University?

Friday, October 19th, 2007

saya di King Saud University Bekerja sebagai Researcher.
disini masih banyak butuh tenaga bidang IT. ada yang tertarik , kontak saya ntar saya kasih tau trik trik nya….

Best Regard

Bambang Sugiantoro